October 24, 2016

Surat Kecil untuk Lord

6:00 PM 0 Comments
Oke guys tanpa basa basi, kali ini Baobao hadir membawa berita terhangat yang dikupas secara tajam setajam, silet! :v

Hari ini tanggal 24 Oktober, ada manusia yang bertambah tua lho. Dari usia berapa, sih? Dari 18 tahun kali ya, menjadi 18+ mungkin. Atau dari 39 tahun jadi 40 tahun? :v
Siapakah dia? Siapa ya? Kenal gak? Aku juga gak kenal sih. #ditabokrakyat. :'v

Mari berkenalan dengan orang yang hari ini berulang tahun. Jadi, panggil saja dia 洛德 (Luò d é) yang merupakan Chinese spell dari Lord. Aku kurang tahu ya, asal-usulnya terlahir nama itu dari mana, yang jelas satu angkatan memanggilnya begitu.

Aku pertama kali berkenalan di kampus dengan manusia yang satu ini dan perempuan yang berbadan kurus tinggi kayak tongkat pel. :p
Tepatnya saat akan mengambil buku panduan di anak tangga gedung rektorat. Muahahahaha. First impression dariku untuk Luode sih, orangnya kalem dan lugu. 

Tapi ternyata...
Orangnya bobrok dan rusuh. Apalagi kalau sudah membentuk trio dengan partner in crime-nya. Nanti aku akan memperkenalkan siapa saja partner in crime-nya. Trio ini adalah makhluk paling rusuh, paling bobrok, paling edan. Peace men haha. Tapi, yang paling kalem dari ketiga orang itu adalah Luode walaupun kadar kalemnya berada di batas KKM. (Apa sih) :'v
Luode ini orangnya penurut kayak peliharaan. #dibacok.
Kalau dia dikerjain temannya, manut saja yang penting kalian bahagia. Bully-able orangnya, makanya dia selalu pasrah saja kalau dibully hahaha. Nanti kita bully Luode bareng-bareng, yuk! 
( Baobao kurang hajar. :v )

Bagaimanakah bentuknya Luode? Penasaran? Aku akan mendeskripsikannya.
Jadi, dia itu seorang makhluk yang memiliki kromosom seks XY, kulitnya sawo matang kayak orang melayu, rambutnya ikal, punya mata empat(?) alias berkacamata minus 3 ( bener gak sih? :'v ), punya hidung, punya mulut, punya telinga, punya dua tangan dan dua kaki, jarinya alhamdulillaah lengkap, nomor sepatunya 41(?). #Plakkk. Please Bao, ini gak berfaedah. :'v

Oke, setelah mengetahui bagaimana jenis spesies tadi, maksud dari tulisan ini adalah untuk mempersembahkan beberapa wish dari makhluk-makhluk bobrok yang tidak berfaedah, anak-anak asuhannya Luode. XD

Dimulai dari partner in crime-nya dulu ya. Aku akan menyebutkan nama samaran, biar Luode yang memecahkan kodenya sendiri. :v

面包 (miàn bāo) 
Artinya roti bakpao. Aku kasih julukan ini karena pipinya kayak bakpao isi cokelat. Badannya juga serupa sama bakpao. Kromosom seks XY. 

Wish dari Mianbao untuk Luode

Bisa tebak siapakah dia? :v

拖地 (Tuō dì)
Artinya mengepel. Julukan ini diberikan karena manusia satu ini hobinya adalah mengepel di grup chat line. Kromosom seks XY. Pasti langsung ketebak lah siapa dia. :v

Wish dari Tuodi untuk Luode
Wish macam apa ini. #sepak. XDDD

马匹 (Mǎ pǐ)
Artinya kuda. Julukan ini melekat padanya karena dia suka mengirim stiker jaran. Badannya paling kecil dari trio dan bermata empat. Kromosom seks XY. :v

Wish Mapi untuk Luode
Dia kode minta traktir tuh. :v

毛毛 (Máo mao)
Ini sebutan untuk anak peliharaan. Aku kasih nama ini karena dia peliharaanku. Gak. Ampuni aku. :'v
Ini Chinese spell dari nama asli seorang manusia. Kromosom seks XX, berkaca mata, dan berambut pirang yang beregenerasi menjadi hitam.

Wish Maomao untuk Luode
Undangan apa sih? Undangan sunatan? XD


瘦人 (Shòu rén)
瘦 (shòu) artinya kurus, 人 (rén) artinya orang. I have kurus, I have orang, ugh! Orang kurus. #Backsound Pen Pineapple Apple Pen. :v
Orang yang pertama kali berkenalan dengan aku dan Luode. Badannya kurus, tinggi, berkacamata. Kromosom seks XX. Siapa, ya? :3

Wish Shouren untuk Luode
Wish macam apa ini. :'v

熊 (xióng)
Artinya beruang. Aku kasih julukan ini sebenarnya karena bingung. Mungkin dia seperti beruang? Eh. Ampuni aku. #diceburin ke jurang. :'v
Aku kasih nama ini karena di homenya ada foto boneka beruang. Gak nyambung ya? Bodo amat lah. :v
Dia memiliki jumlah kromosom 44A+XX .

Wish Xiong untuk Luode
Dia sama saja kayak Shouren. Dx

妞妞 (Niū niu)
Artinya anak kecil perempuan. Julukan ini melekat padanya karena dia berbadan paling kecil di antara anak-anak asuhan Luode. Muahahahaha. XDDD
Dia berkromosom seks XX.

Wish Niuniu untuk Luode

Ini anak kecil satu juga sama saja. #sepak. :'v
Dan yang terakhir wish dari Baobao.
Semoga tambah cakep. Gak. #digaplok. :v
Tambah ndut ya, tambah bawel, tambah mommy-able dan tambah bully-able biar bisa kita bully. XDDD
Tadinya sih mau dikerjain, dikasih hantu, dibikin nangis. Tapi, rencana gagal karena chat dipenuhi obrolan tidak berfaedah. :v
Jadi, wish ini aku sampaikan dari kami semua untuk Luode. 

Happy birthday, Lord! XD

October 8, 2016

Gadget Mania

8:36 PM 0 Comments
你好朋友们!
Ni hao pengyou men!

Hello guys, Baobao in your area! Boombayah!
Kali ini, aku mau membahas tentang GADGET. Siapa sih yang gak tahu gadget? Semua orang pasti tahu, dari kalangan muda sampai tua pasti pernah lihat atau bahkan punya. Aku dapat beberapa referensi foto dari sebuah fanbase komunitas dan membuat aku berpikir ternyata kehidupan ini semakin lucu karena adanya gadget.

Ok, kita langsung saja bahas beberapa kelebihan dan kekurangan gadget. Kali ini, aku akan bahas kelebihan gadget dulu.

Mendekatkan yang jauh.
Misalkan, ada dua orang di ujung barat dan di ujung timur. Orang zaman dahulu mengenal yang namanya surat untuk berkomunikasi jarak jauh. Tapi ada kelemahannya, surat membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tujuan. Misalnya, si A yang ada di ujung barat menanyakan kabar kepada si B di ujung timur. Beberapa bulan kemudian, sampailah surat tersebut kepada si B. Lalu si B membalas surat dari si A dan memberi tahu kalau ia sedang sakit. Beberapa bulan kemudian, surat sampai kepada si A, si A membalas kalau dia mau menjenguk si B. Beberapa bulan kemudian, surat sampai kepada si B. Apa yang akan si B tulis untuk membalas surat si A?
"Hello, gue sudah sembuh dari zaman Pitecanthropus Erectus kali. Lu baru balas pas zaman orang homo."
Kurang efektif kan? Makanya inilah salah satu kelebihan gadget, mendekatkan yang jauh. Meski kau kini jauh di sana, kita memandang langit yang sama. Jauh di mata namun dekat di gadget(?). #digaplok. :'v
Sekarang teknologi semakin canggih, ada sms, ada aplikasi chatting juga. Kalau mau tanya kabar tinggal PING !! nanti langsung ada notifikasi di ujung sana. Cepat, kan?

Membantu kita mengeksplor dunia.
Gadget pasti gak akan lepas dari yang namanya internet. Internet juga bisa membantu buat update berita lokal dan internasional, ramalan cuaca, dan bisa juga dimanfaatkan bersama GPS untuk menunjukkan arah pada peta. Kita bisa juga browsing tempat travelling yang indah buat berlibur.

Hiburan.
Hidup ini gak mungkin hanya disibukkan dengan kehidupan materi, kan? Kita semua juga butuh hiburan, sekali pun itu seorang ilmuwan macam Albert Einstein kali. Dengan adanya gadget, ketika dalam masa sibuk gak sempat berlibur, ada game pada gadget yang bisa menghibur.

Ok, otak aku lagi buntu gak bisa berpikir panjang. Sekarang aku langsung masuk ke pembahasan kekurangan gadget. 

Jadi buta.

Orang-orang dibutakan oleh gadget. Pandangan mereka tidak pernah sekali pun terlepas dari gadget, bahkan ketika berjalan dan menyebrang. Inilah yang bisa membahayakan pengguna gadget, apalagi banyak kasus orang yang tertabrak kendaraan ketika memainkan gadget mereka. Ditambah lagi, ada game pokemon di mana pengguna gadget keluar dari rumahnya untuk menangkap monster tanpa memperhatikan keadaan di sekitar mereka. 

Hobi pencitraan.

Apa yang terjadi ketika ada kebakaran, orang tertabrak mobil, orang tenggelam di masa ini? Keluarkan kamera dan klik! Terabadikanlah momen tersebut. Yap, foto sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar. Dalam waktu yang singkat, orang-orang beralih profesi menjadi wartawan dadakan, di mana semua orang ikut mengabadikan kejadian atau suatu tragedi. Miris, ya? Gak hanya itu, setiap orang-orang mau makan, pergi ke suatu tempat, pasti mereka tidak lupa menyalakan kamera dan berfoto. Kalau untuk orang yang travelling sih wajar mengabadikan momen ketika berada di tempat itu. Tapi kalau mengabadikan foto di tempat yang tetap? Hm, coba pikirkan.

Tidak menghargai orang lain. 

Pernah gak sih, ketika sedang mengobrol dengan orang tiba-tiba dia membuka gadgetnya dan dia malah sibuk sendiri dengan gadgetnya? Aku sih pernah, rasanya jengkel banget! Kalau gak pernah, mungkin kamu yang melakukannya terhadap orang lain. Tahu gak, sih? Dengan sikap ini, membuat orang lain malas untuk mengajak bicara dan bercanda. Tahu rasanya dicuekin? Ya, begitulah rasanya. Apalagi kalau sedang curhat lalu dia hanya menanggapi "oh", "hm", "ya", atau "terus?" lalu saat ditanya dan diminta solusi dia meminta kita untuk mengulang apa yang dikatakan tadi. Jengkel banget, gak? Ingin berkata kasar! Maka dari itu, aku paling gak suka kalau sedang mengobrol kemudian lawan bicaraku sedang memegang gadget. Lebih baik aku diam dan tidak mengajaknya bicara. Aku juga sama, tidak akan sibuk memainkan gadget kalau sedang mengobrol dengan orang lain. Karena aku ingin menghargai orang lain dan dihargai oleh orang lain.

Menjauhkan yang dekat.



Pada kelebihan gadget, ada istilah mendekatkan yang jauh. Maka pada kekurangan gadget, ada juga istilah menjauhkan yang dekat. Seperti gambar di atas, tak ada seorang pun yang berbicara dengan orang di sebelahnya. Mereka sibuk berkutat dengan gadget. Kenapa harus mencari yang jauh selama ada yang dekat? Kenapa harus memilih yang tak nyata selama ada yang nyata? Kenapa harus memilih harapan selama ada yang pasti? *anak sholeh baper di malam minggu* :'v

Merusak pola tidur.

Tahu gak, kalau gadget memiliki radiasi yang bisa mengganggu pola tidur penggunanya? Memainkan gadget sebelum tidur, membuat hormon melatonin yang harusnya diproduksi tubuh supaya mengantuk menjadi tertekan. Kenapa? Karena cahaya dari layar gadget memancarkan gelombang cahaya biru yang menstimulasi otak seolah-olah masih siang hari, dan malah mengaktifkan hormon kortisol untuk tetap terjaga. Jadi, mereka yang memainkan gadget sebelum tidur akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengantuk. 

Diperbudak teknologi.

Bisa lihat gambar di atas? Ekspektasi versus realita. Di mana ekspektasinya manusia menggunakan gadget seperlunya untuk mempermudah kebutuhan komunikasi. Namun, kenyataannya manusia lah yang diperbudak oleh gadget. Manusia merasa ketergantungan, tidak bisa lepas dari gadgetnya. Saat baterai habis, mereka langsung berlari mencari sumber listrik untuk charge baterai gadgetnya. Saat sinyal lemah, mereka rela keluar rumah, memanjat pohon, meletakkan gadget di tempat tinggi untuk mencari sinyal yang kuat. Ketika ada notifikasi dari gadgetnya, langsung buru-buru membukanya. 

Segitu saja pembahasan dariku.
Gunakanlah gadget dengan bijaksana, jangan sampai gadget memperbudak penggunanya. 
Smartphone saja pintar, masa penggunanya bodoh? 

Salam hangat,

Baobao♡

October 4, 2016

1001 Alasan Jomblo

11:33 PM 0 Comments
Hello guys! Baobao balik nih, setelah sebulan lamanya hiatus dari dunia blogging. Ok, kali ini pembahasanku agak sedikit mellow. Karena ya ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati jadi aku mau curhat. #Baobaogalau #Baobaomabukmicin #Baobaobutuhasupangizi. :')

Kok belum punya pacar?
Hari gini masih jomblo?
Ciyeeee, jomblo kurang belaian.
Kenapa kok kamu gak pacaran sama dia aja?
Kok kamu PHP-in dia, sih?
Kalian dekat tapi hanya teman?
Kamu kok sok jual mahal?

Itu yang banyak aku dengar dari orang lain. Aku bosan mendengarnya, setiap orang selalu menyalahkanku ketika aku memilih untuk bebas dari status hubungan alias jomblo yang bahagia ya, bukan yang mengenaskan. :'v
Kenapa? Inilah alasan aku kenapa aku lebih memilih untuk sendiri.

Friendship di atas relationship.
Pertemanan lebih penting bagiku daripada status hubungan. Jujur, aku lebih leluasa untuk menjadi diriku sendiri saat aku berteman dengan orang lain. Aku bisa bercanda, berbagi cerita, suka dan duka bersama, ketika marah bisa berekspresi dengan leluasa. Sedangkan ketika pertama kalinya aku pacaran, aku merasa menjadi orang yang munafik, banyak menutupi keburukanku dan segala kelemahanku. Aku berusaha untuk tampil sempurna hanya untuk orang lain dan melupakan jati diriku sendiri. Karena ada hati yang harus dijaga, canda harus dibatasi karena kalau kelewatan mungkin membuat si doi kesal. Ketika marah, kemudian aku mengekspresikannya, doi mungkin akan ikut marah tanpa peduli apa alasan aku marah dan kesal. Kan sarap, situ waras? --"

Benci kesedihan dan kesalahpahaman.
Aku membenci kesedihan dan kesalahpahaman. Kesedihan ketika gak ada kabar dari doi, sms gak dibales, telepon gak diangkat, bbm gak di read, semuanya membuat galau dan bikin ingin cemberut terus karena menanti notifikasi dari si doi. Itulah yang membuat hari kelabu ketika menanti orang lain yang diharapkan tapi gak kunjung datang. #Asikjoss. :v
Masalah kesalahpahaman ini sering terjadi, apalagi ketika ada sms atau telepon dari lawan jenis, jalan dengan orang lain, telat balas sms atau gak angkat telepon, tiba-tiba dituduh selingkuh. Situ mabuk susu murni nasional, Mas? :'v

Gak memaksakan perasaan.
Aku orang yang keep calm and stay cool. Kalau aku suka dengan seseorang, ya...hanya sekadar suka saja. Aku gak pernah menunjukkan kalau aku suka dengan dia walaupun aslinya suka dan gak pernah memaksakan kehendak supaya dia balik menyukai aku, aku gak pernah juga mengejar cinta sampai terjatuh, terjengkang, tersandung, terkayang(?) karena perasaan emang gak bisa dipaksakan, kan? Aku hanya bisa menunggu dan menunjukkan diriku yang apa adanya, membuat orang tertarik dengan kepribadianku sendiri bukan berlagak sempurna di depan orang lain supaya orang lain menilai aku yang terbaik, toh manusia pasti punya kekurangan dan kelebihan. Kalau masalah orang yang suka sama aku sih, kita berteman it's okay, aku welcome untuk semua orang. Tapi, kalau buat masalah ingin memiliki, hm...lemme think so many times. Kembali lagi ke poin pertama "friendship di atas relationship", walaupun kemungkinan aku juga suka balik sama orang itu. FYI, aku sayang teman. Sayang kamu juga, iya kamu. #Eaaa. XD
Tapi kalau ada yang suka denganku dan mendekatiku hanya karena sebatas ingin memilikiku, lebih baik cari yang lain. Bukan karena tidak bersyukur ada yang suka atau sayang kepadaku, tapi karena aku kapok pacaran. Aku rasa saat mereka menemukan yang baru pun pasti mereka pergi begitu saja dan pura-pura gak kenal. That's why I don't believe in "love". Karena yang benar sayang gak akan pergi. Benar, gak? :')

Gak percaya kehidupan romansa.
Aku gak percaya dengan kata-kata "cinta" yang gak ada buktinya. Sampai sekarang, kata cinta yang benar-benar tulus adalah kata cinta dari Bunda. Selain itu, aku gak percaya sama sekali. Lagipula, kehidupan romansa itu bagai sebuah luka yang dikemas oleh indahnya topeng cinta. Awalnya manis, ujungnya sepet pahit kecut gimana gitu. :p

Trauma.
Pacar? Cinta? Makanan jenis apa itu? Aku sudah kapok dengan yang namanya pacaran walaupun aku hanya berpengalaman satu kali. Apalagi aku seorang cewek, cewek itu biasanya mudah diperdaya oleh pasangannya. Karena mungkin cewek antara kelewat polos atau terlalu oon, makanya mudah dibodohi oleh lelaki. Entah itu lelaki modus, lelaki buaya, lelaki mesum, dan macam kadal sawah lainnya. Aku gak suka dipeluk atau dicium dengan lawan jenis, bersentuhan saja sudah risih. Tapi entah kenapa pikiran lelaki ujungnya adalah ciuman dan pelukan bersama pacarnya. Itulah yang membuat aku ilfeel dengan kata pacaran dan benar-benar membuat aku gak mau pacaran.

Belum cukup dewasa.
Aku belum cukup dewasa untuk mengerti apa itu artinya cinta yang sesungguhnya. Aku belum bisa berkomitmen, aku juga belum menemukan tujuan dan manfaat pacaran. Aku masih terlalu muda untuk memikirkan tentang pernikahan. Aku masih terlalu muda untuk memikirkan rumitnya percintaan. Belum memiliki penghasilan sendiri tapi sudah pacaran, mending uangnya ditabung buat bangun masa depan sama si doi daripada dipakai buat traktir-traktir yang gak jelas. #Baobaokesurupan. Saha di dinya? :'v

Terikat janji.
Aku pernah berjanji kalau aku gak akan pacaran sebelum menikah. Sebenarnya aku bingung, pacaran sebelum menikah itu gimana haha. Tapi anggap saja, aku pacarannya nanti sama suami kalau sudah nikah. Aku sudah pernah melanggar janji itu satu kali dan tidurku benar-benar gak tenang. Aku selalu terngiang akan janjiku itu, merasa bersalah dan berdosa karena sudah mengingkari janjiku sendiri. Maka dari itu, aku gak mau dikejar dosa lagi. :'(


Nikmati dulu lah masa muda, selagi beban hidup masih ringan. Jangan diberatkan oleh kata pacaran dan kehidupan percintaan yang rumit dan panjang sepanjang jalan kenangan. #digaplok. xD
Soal pasangan hidup? Kita lihat saja siapa yang datang ke orang tuaku dan melamarku duluan. #sadarwoy. XD

Sekian dari Baobao terima kasih pengertiannya, aku jadi terharu. :')

July 23, 2016

Roleplayer World; Dunia Pelarian Para Manusia Alay

10:09 AM 10 Comments

Hello guys!
Kabar gembira untuk kita semua. Baobao balik, kini ada ekstraknya. Baobao hadir merawat tubuh kita. Jadikan hari ini hari Baobao. Baobao GOOD! Gak. XD

Oke, kali ini aku punya pembahasan baru. Aku akan membahas tentang roleplayer, mungkin ada dari sebagian dari kalian yang gak tahu roleplayer. Pastinya, akan aku jelaskan dahulu sebelum dibahas.


Roleplayer atau yang biasa disingkat RP adalah orang yang memainkan sebuah akun palsu artis/orang terkenal dan berperan bagaikan artis itu sendiri. So, kalau kita memainkan akun roleplay berarti saat itu kita sedang melupakan dunia nyata kita dan fokus jadi artis palsu media sosial. Berarti roleplayer world adalah dunianya para roleplayer. Oke, paham? Harus paham. Kalau gak paham nanti aku telan. --"
Dan...kenapa aku kasih judul seperti itu? Karena kebanyakan orang yang masuk ke RPW adalah anak alay. #ditabok rakyat. XD

Bonus foto cogan XD

Gak. Aku kasih judul itu buat attention seeker saja sih hahahaha. Jadi, alasannya karena RPW ini dahulu isinya kebanyakan artis korea, ya walau ada juga sih artis-artis western, Indo, atau bahkan anime. Mungkin sejak saat itu K-POP lagi booming makanya kebanyakan RP korean. Dan kebanyakan K-POPers itu sering dibilang alay sama teman-temannya karena mungkin doyan fangirling/fanboying dan menghayal tentang idola mereka. (Ceritanya sedang curhat, karena di kelas aku, KPOPers itu tiga berbanding dua puluh tujuh.) :v

Roleplayer ini ada aturan mainnya, cukup sederhana. Jangan posting tentang kehidupan nyata atau OOC (Out of Character) dan jangan membuka identitas asli. Selebihnya itu terserah, langsung berbaur dengan yang lain seperti main di media sosial biasa. Di sini aku gak akan bahas tentang OOC, semi-less OOC, less OOC, AU, IC atau apalah itu karena aku juga gak mengerti tentang itu. Dahulu gak ada yang model begitu hahaha. Oh iya, roleplayer ini bisa dimainkan di FB, twitter, ig, bbm, line, kkt, wa bahkan sms. 

Nah, aku ini adalah salah satu butiran debu(?) di RPW. Aku mah apa gak terkenal dan bukan orang penting di RPW. :( #plakkk.
Aku join di rp FB pada awal tahun 2011 dan rp Twitter pada pertengahan tahun 2012 waktu aku masih bocah banget hahahaha hitunglah usia aku berapa waktu aku join RPW. Akun aku gak usah disebut deh ya. Hahahaha nanti ngestalk terus naksir lagi. Pokoknya sekarang aku berperan jadi Tzuyu Twice. :p
Cukup lama, kan? Banyak pengalaman pastinya kalau aku main RP sejak 2011 sampai sekarang. Dan tujuan aku menulis postingan ini adalah untuk membandingkan RP lama dan RP baru. Sukur. :v

Karena aku join RP di FB duluan, maka aku mau membahas tentang RP FB terlebih dahulu.

Awal join RPW.
Di awal 2011 aku join RP FB, aku gabung dengan grup yang cukup terkenal Korean Celebrities Roleplayer and KPOP Fans International yang biasa disingkat KCR. Nah, dahulu isinya kebanyakan personal account atau fans KPOP dan di sana fans berbaur dengan RP dan mengobrol seperti pada teman sendiri, tapi entah kenapa sekarang isinya akun roleplayer alay yang unamenya gak jelas semua dan kebanyakan anti dengan RP dari Indonesia. Grup ini diubah privasinya yang mulanya terbuka jadi tertutup, lalu diubah jadi rahasia dan hanya yang diundang ke sana yang bisa masuk. Kalau ada personal account yang berkeliaran di sana, langsung ditendang keluar. Hello, awalnya grup itu dibuat untuk mempersatukan RP dan PA. Dan aku sekarang malas buat join ke sana, karena banyak RP yang gak profesional pada share their real life bahkan sampai mempublikasikan identitas aslinya.

Indonesia's Celebrities Roleplayer.
Grup ini nih, kandang para RP dari Indonesia mungkin karena grup yang aku sebut di atas mulai anti sama RP dari Indonesia. Rame banget! Notifikasi selalu muncul tiap detik dari grup ini. Grup ini juga punya banyak cabang.
ICR BASH: tempat buat ribut, berantem, ngamuk, anjing-anjingan asu-asuan(?), dan cari sensasi. Hahahaha. Dulu ini grup hanya dua ribu member dan seru banget apalagi kalau ada yang dibash, panas panas kayak tahu bulat. #fans tahu bulat detected. :v Tapi sekarang ICRB pindah lapak dan reached puluhan ribu member, ICRB lama terbengkalai dan gak ada adminnya, mungkin akunnya pada disable semua. Sekarang grup baru jadi tempat aku bersemedi(?) dan ada beberapa yang famous di sini bikin aku agak malas juga. XD
ICR galau+frontal: tempat buat spam, galau, nangis, merana, pokoknya pada mengenaskan yang ada di sini. #dibakar. xD ICRGF ini dulu tempat aku mangkal, tapi kemudian grup hacked dan pindah lapak lagi. ICRGF lama pun gak ada adminnya, mungkin yang ngehack kena karma jadi akunnya mati. Grup ini masih hidup, walau gak seramai dulu. Kalau yang baru sih, ramai tapi ya pada ignore karena memang tempat spam. Lucunya, di grup ini dilarang pacaran. Mungkin efek demo para jombs. XD
ICR Yadong: tempat mesum dan pencabulan dede polos(?), perenggut kepolosan, pokoknya 18+ area. Awww. /,\ Aku gak pernah join ke sini, karena belum cukup umur dan gak mau tambah dosa. Bodo amat dikata sok alim, sok polos, sok suci juga. Hahahahaha. Katanya grup ini berkali-kali hilang karena dilaporkan ke pihak FB. 
ICR Share Your Real Photo: tempat share real photo dan mengumbar real. Ini cabang ICR yang paling baru karena sejarahnya dahulu di ICR banyak yang share real photo. Maka dari itu, grup ini didirikan. Sekarang isinya minta uname ig, pin bbm, nomor wa.
Sekilas tentang cabang, kita balik ke grup induk. Dahulu juga sempat booming rp famous di grup. Jadi, rp famous ini rusuh banget di postan orang dan pada pakai panggilan real name. Aku juga malas buat main di grup ini karena rp famous yang umbar real juga. Sekarang grup ini mati, cuma ada beberapa yang aktif di grup ini. Postan seminggu yang lalu pun, posisinya bisa paling atas. XD

Fanservice. 
Tujuan main rp kan buat menjadi artis khayalan ya, berlagak jadi real artis dan memanjakan para fans. Fanservice ini tujuannya untuk mengayomi fans dari kalangan muda sampai tua, itulah sebenarnya tugas RP. Kasih foto, greet fans, minta dukungan fans supaya dukung real artisnya, atau fantalk. Tapi sekarang, gak tahu kenapa anak RP anti dengan akun fans. Jangankan greet atau fantalk, buat konfirmasi permintaan teman saja gak mau. So, buat apa main RP? Buat lari dari kenyataan, ya? #plakkk. :v

Wall to wall.
Istilah profil FB dulu kan dinding, jadi disebut wall to wall karena kalau mengobrol bukan lewat chat melainkan menulis di dinding orang yang mau diajak bicara. Chat dipakai buat yang penting saja. Waktu itu juga kalau ada yang pacaran pasti mengobrol wall to wall, postingannya selalu lewat di home. Sekarang profil FB berubah jadi timeline dan malas juga dengan bentuknya yang terkesan ribet, anak RP sekarang lebih memilih chat on private message. Bahkan gak jarang ada juga yang lock profile supaya gak ada yang ajak wall to wall/timeline to timeline.

Disable.
Tahun 2011 gak ada yang namanya disable akun atau akun dinonaktifkan oleh pihak FB. Tapi tahun 2012-2013an, dimulailah ada check point foto, disable, dan yang paling parah sekarang check point ID di mana harus upload foto identity card yang nama, tanggal lahir, kota, dan job sama persis dengan identitas akun. Anak RP mana punya identity card? Dengan cara inilah om Mark Zuckerberg terkenal dan dicintai para anak RP. Hahahahaha. XD

RP yadong FB.
Sejak tahun 2014-2015an, mulai ada RPY di FB. Contohnya kayak Maria Ozawa. Itu aja yang aku tahu. Hahahahaha. Ya pokoknya artis yang "begitu". Aturan RPY gak boleh keluar dari kandangnya, yaitu ICRY. Tapi entah apa yang terjadi, RPY itu sempat berkeliaran di grup umum dengan foto profil yang gak senonoh, padahal di grup itu pasti masih banyak anak RP yang masih di bawah umur. Alangkah lucunya RPW zaman sekarang. Let me give you a lot of laugh. Muahahahahahahaha.

Nama-nama alay bayi RP FB.
Nama akun RP dahulu gak macam-macam, kalau RP Jiyeon ditulis Park Jiyeon, Park Jiyeon Maknae. Sempat ada marga juga yang terkenal kayak Bengbeng, Chilvaris, Frontal, Polarfuchs, jadi sealay-alaynya uname zaman dahulu itu ya Krystal Jung Bengbeng, Leader Suho Chilvaris, Minaring Frontal, Eunji Polarfuchs. Tapi sekarang nama akun RP pada alay, ada yang tulisannya alay, ada yang sepanjang kereta, ada yang pelesetan dari kata kurang sopan juga. Misalnya, hanëul, Exo-k'sleader Suholangkaya Chuyungsmuah-member'muach, kontyeol juga pernah ada. Ada juga yang unamenya bentuk gak jelas dan sewaktu di lihat profilnya sama sekali gak ada clue itu character siapa. RPW masa kini semakin tijel alian tidak jelas. --"

Kemudian, aku akan move ke RP twitter.
Aku join RP twitter di pertengahan 2012 karena diperkenalkan dari FB juga. Dahulu, mau join RP twitter harus punya agensi dan booking character artis yang mau diperankan. Agensi dahulu juga fix uname, misalnya WLK_blabla94, RP_blabla91, Apple_blabla85. Ada pun yang join tanpa agensi, di bio pasti ditulis "Roleplayer without agency". Sekarang RP twitter pada lepas dari agensi, sedikit lah yang pakai agensi dan kebanyakan kalaupun beragensi pasti yang free uname karena mungkin uname yang dia punya adalah lucky uname kayak punya aku. XD

Nick dan no-nick RP.
Nick ini fungsinya semacam nama panggilan biar pada kenal kali ya kalau ganti character. Kebanyakan RP famous twitter pun yang dikenal nicknya misalnya Pahun, Dobil, Fanol, dan lainnya. Bisa tahu mereka RP apa? Hahahaha. XD 
Kebanyakan RP nick juga kadang tijel alias tidak jelas karena gak jelas dia RP apa dan kebanyakan pada OOC-nya walau gak semua. Maka dari itu, kadang ada RP no-nick yang gak mau follow RP nick karena alay kali. Dan dahulu, tahun 2012an gak ada RP nick, jadi RP nick adalah pendatang baru dan kadang nicknya sampai terbawa ke uname juga. Alay RPW sekarang mah. #dibakar massa.

Bot dan autoupdate.
RP lama kalau mau pakai bot berpikir dua kali karena takut menyampah dan ganggu timeline orang lain. Tapi tahu gak sih, RP sekarang mau menyampah apa gak bodo amat. Mereka pasang autoupdate character supaya gak perlu cari info tentang artis yang diperankannya. Buat apa perankan artisnya kalau info tentang mereka aja malas cari tahu? Bahkan ada yang pasang autoupdate buat tweet ulang base RP dan itu beneran bikin timeline kotor. Aku kalau lihat autoupdate langsung blok. Apa motivasinya? Biar tweet banyak? Sampah.


Selective Following.
Zaman dahulu gak ada istilah ini, semua RP berbaur dari berbagai agensi kecuali closed agency karena mereka gak boleh berinteraksi dengan agensi dari luar. Tapi karena sekarang ada RP yang kerjaannya hanya Upfollowers dan pasang autoupdate yang gak penting, maka dari itu sekarang anak RP khususnya yang no-nick memilih untuk selective following karena mencari teman RP yang benar-benar aktif dan bisa diajak interaksi bukan sekadar cari followers semata.

RP Yadong twitter. 
RPY di twitter lumayan berbahaya karena mereka gak punya kandang sendiri jadi mereka hadir sebagai konsumsi publik. Ada juga base yadong yang update-annya 18+ pastinya dan gak diprivasi profilnya karena itu semacam base untuk konsumsi para RPY. Maka dari itu, RP di bawah umur harus lebih hati-hati kalau join di RP twitter karena sekarang RPY gak tahu tempat. Untung ada show and hide sensitive media jadi bisa aman dari hal kayak begitu. Zaman dahulu, RPY boleh retweet gif dewasa setelah jam 10 malam ke atas, sekarang RPY kapan pun di mana pun retweet gif dewasa tanpa peduli ada anak RP bawah umur yang mereka nodai(?). Dan parahnya, RPY twitter juga kadang do sex di timeline dengan bahasa yang luar biasa. Bahkan, yang harus hati-hati adalah ketika ada om-om yang masuk RP hanya karena mau join RPY saja. Kan serem. /,\

Oke, sekarang aku mau bandingkan RP lama dan RP baru secara umum.

Imagine.
Ini seperti berkhayal. Biasanya diawali dengan # atau *(...)* atau kadang -(...)-, saat ini berganti pakai tanda /(...)/. Itu menandakan hal yang sedang kita lakukan. Jadi, terkesan seperti dunia nyata. Ini contoh percakapan imagine.
👧: Ayo jalan-jalan! *tarik tangannya*
👦: Mau jalan ke mana? Malas ih. *ikutin tarikannya malas*
👧: Kita main ke taman, jalan-jalan sore:( *ayun-ayun tangannya*
👦: Iya deh iya, ayo ke taman. *genggam tangannya*
*jalan tuntun ke taman*
👧: *lihat kanan kiri* Ih mau ituuuu~ *tunjuk tukang permen kapas*
👦: *lihatin arah telunjuknya* ah, gak ada duit buat belinya.
👧: ih aku mau ituuuuuu~ beliin ;~; *manyun*
👦: Jangan manyun gitu ah jelek. *cubit pipinya* Bentar lihat uang dulu. *raba saku celana*
👧: ada uangnya gak? *lihatin*
👦: ada. Bentar ya. *acakin rambutnya* *beliin permen kapas* *kasih permen kapasnya* Nih.
👧: asiiiiiikkk!!! *ambil permen kapas* Makasih yaaaa~ *makan permen kapasnya*
👦: sama-sama. *makan permen kapasnya di sisi yang lain*
👧: Ih! o.o *stuck* 
👦: Kenapa? *lihatin wajahnya yang cengo*
👧: *pukul bahunya* Nanti kalau kena bibir gimana? >///< 
👦: *ketawa* hahahahaha, kalau kena bibir ya aku cium. *meletin*
👧: mesum woooo! *sentil jidatnya*
👦: aduh sakit! *elus jidat sendiri* minta maaf sama jidat. *bungkuk kasih liat jidat*
👧: maaf ya jidat. *elus jidatnya*
👦: *tunjuk jidat* cium.
👧: muah. *kecup jidatnya*
-the end- 
Kurang lebih seperti itu lah, jombs awas baper ah. XD
Sekarang ada istilah baru, drama dan plot. Kalau drama itu mirip imagine di atas tapi ada alurnya jadi ada settingannya dan biasanya pakai bahasa formal aku dan kau. :v 
Kalau plot atau para drama itu semacam bikin cerpen tapi dua author gitu. Bisa pakai sudut pandang satu atau tiga. Contohnya yang sudut pandang satu:
👧: Aku melihatnya terdiam sambil menundukkan kepala. Raut wajahnya tampak sedih. Hatiku tak sanggup melihat wajahnya yang suram, aku hampiri ia yang sedang duduk seorang diri dan aku tepuk bahunya pelan. "Hey, kau tampak sedih. Apa yang terjadi?" tanyaku. 
👦: Aku memikirkannya lagi, terus menerus. Ia terus menghantui dan membayangiku. Semakin larut pikiranku. Namun, seketika semua hilang ketika ada suara lembut bertanya kepadaku. Aku mengangkat wajahku, menoleh padanya dan berusaha menyunggingkan senyum di hadapannya. "Hanya ada sedikit masalah, beri aku waktu untuk memikirkannya," ucapku hati-hati agar tidak menyakiti hatinya.
Ya seperti itulah, memang seru tapi terkesan kaku. Nah, RP sekarang sulit diajak imagine, jatuhnya nanti malah drama. Setiap diajak imagine, yang awalnya mengobrol dengan bahasa gue-lu atau aku-kamu, berubah menjadi aku-kau. Malah ada yang gak bisa diajak imagine, jadi dia gak balas perlakuan kita. Sekarang main RP sudah kayak SMS-an biasa, nothing special. Kan gak asik. Huuuuuuuu. -3-


Sunbae-hoobae atau senior-junior RPW.
Maksudnya di sini bukan senior-junior yang main RP paling lama siapa. Tapi, senior-junior character yang diperankan. Sejak dahulu, RP gak pernah mementingkan siapa yang diperankan, artis senior atau junior biasanya gak pernah dipedulikan. Semua berbaur tanpa memandang character. Tapi sekarang, entah kenapa orang yang memerankan artis junior harus tunduk pada orang yang memerankan artis senior. Perbedaannya terasa banget, ketika aku berperan sebagai Jessica Jung dan ketika berperan sebagai Tzuyu. Semua orang tunduk waktu aku berperan sebagai Jessica Jung, sedangkan ketika aku berperan sebagai Tzuyu semua berlaku sesukanya. Padahal semua RP sama saja. Katanya alasannya sih, harus jaga sikap karena artis real gak kayak gitu dengan seniornya. But hey, this is roleplayer. Semua harus bisa berbaur dan gak perlu sekat untuk itu. This thing makes me wanna cursing.

Family.
Dahulu, cari keluarga di RP itu gampang. Caranya, kita selalu ada dan peduli pada sesama. Gak perlu pakai istilah verif lah semua bisa jadi keluarga. Tapi, seiring berjalannya waktu, isi dunia RP semakin banyak dan otomatis pemikiran pun semakin banyak, keluarga di RPW is nothing. Ada istilah verif jadi ibu, ayah, kakak, adik, but mereka gak ada ketika sedang dibutuhkan. Sekarang family feel like a bullshit. Susah cari family yang benar-benar seperti keluarga sendiri.

Hiatus dan leave.
Ini nih yang benar-benar terasa bedanya. Dulu, kalau hiatus pasti yang kenal dan sering mengobrol pada spam di chat atau wall berharap supaya balik karena RP zaman dulu punya prinsip "gak ada lo gak rame". Sekarang? Beuh, jangan berharap ketinggian. Yang ada, mereka asik dengan yang lain dan pergi begitu saja haha. Nanti waktu kembali dari hiatus? They will say, "lo siapa?". Sukur. :v
Dan...RP zaman dulu kalau mau leave pasti semua mencegah. Kalau ada yang tanya bagaimana cara tutup akun pasti yang lain pada bilang, "jangan ada yang kasih tahu!". Dan benar, gak ada yang kasih tahu. Kalau ada yang mau memberikan akunnya pasti pada bilang, "jangan ada yang mau". Dan akhirnya gak ada yang mau. Aku salut habis dengan solidaritas anak RP zaman dulu. But, that solidarity becomes a shit now. Ketika ada yang bilang mau leave, seolah gak ada yang peduli. Tanpa tanya alasannya, mereka hanya bilang, "take care". Dan lebih miris lagi dengan RP sekarang, ketika ada yang mau leave dengan menyumbangkan akunnya buat orang lain pasti selalu ada yang bilang mau bahkan sampai puluhan orang yang bilang. Dan setelah mendapatkan akunnya mereka bilang, "Terima kasih, semoga leave dengan tenang". Itu jahat banget sumpah. RP sekarang solidaritasnya luntur, sepertinya main RP gak pakai hati.

Couple.
Couple ini sama halnya dengan pacar di dunia nyata hanya saja ini virtual boyfriend/girlfriend. Dulu, couple ini datang karena kenyamanan dan ketentraman(?) bersama doi. Gak ada yang namanya pacaran dengan stranger. Pacarannya pun langgeng bisa bertahun-tahun bahkan sampai real life. But now, what happened? Hidup anak RP isinya sibuk cari couple dengan asal-asalan tanpa tahu apa baik buruknya si doi. Dan akhirnya, paling lama hubungan itu berjalan beberapa bulan. Dulu fake relationship atau status palsu pun gak sembarang orang yang dipilih, pasti orang yang dipercaya. Tapi mengapa zaman sekarang malah cari stranger untuk fake relationship? Dengan mudahnya pasang status walau gak pernah mengobrol sedikit pun. Aku sih lebih memilih hubungan tanpa status daripada status tanpa hubungan. XD
Sudahlah, gak mengerti aku dengan pemikiran anak RP zaman ini.

LGBT RPW.
Lesbian Gay Bisex Transgender juga ada di RP. Kalau TG sudah marak dari zaman dulu juga. Aku juga pernah berpasangan dengan TG dan sekarang kami bersahabat selama 4 tahun. :3
Untuk RP, hal ini gak termasuk hal yang tabu selama gak belok sampai ke real life. Kadang ada yang gay tapi ownernya satu cewek dan satunya cowok so hubungan mereka straight. 
Dulu ini gak terlalu dipermasalahkan mau bromance, sismance, atau TG itu hak setiap RP. Tapi sekarang, ketika satu RP ketahuan transgender pasti langsung dikeroyok massa. Sekarang pun uke atau cowok yang agak ncong(?), berperilaku lebih feminim daripada cewek, dari mulai cara mengetik sampai manja mengalahkan cewek. (s*3*)s 
Padahal dulu, kalau pakai image cowok ya jadi cowok aja walaupun realnya cewek, gak ada yang sok imut kayak bencong, eh uke zaman sekarang. Kiamat sudah dekat. :')

Buka lapak RPW.
Sekarang ada juga pedagang RPW. Jual beli akun dengan harga tertentu. Kalau akun FB biasanya Rp.5000/2 akun. Kalau untuk twitter tergantung dengan jumlah followers. Akun dengan followers 3k bisa dijual dengan harga 60k, tergantung banyaknya tweet juga, semakin banyak semakin mahal, mungkin ini juga alasan mengapa RP twitter pakai autoupdate. Ada juga yang jual smule vip, joox vip, atau kuota murah. Ya begitulah, RPW macam-macam rasanya kayak nano nano. XD

Well, sudah sepanjang ini. Sudahlah, aku sudah lelah. Nanti aku post keuntungan dan kerugian main RP. See you at the next post. :*




July 1, 2016

Aku dan Senja

12:01 PM 0 Comments

Hello!
Hey, Baobao baru balik nih. Kebanyakan malasnya, jadi kali ini aku pos di blog semaunya aja hehehe. Sekarang ada pembahasan baru nih, gosip terhangat sehangat tahu bulat lima ratusan yang digoreng dadakan gurih nyoy. Ah jadi pengen kan. :'v

Aku mau cerita tentang si doi. Kode-kode sedikit lah ya. Hari ini dia ulang tahun. Ini edisi kode keras hahaha. Semoga dia gak baca sih muahahahaha. :3

Aku sudah pernah cerita sedikit kisah di postingan Secret Admirer, di sana disebutkan bahwa aku menjadi seorang secret admirer selama lima tahun. Jadi panggil saja si doi ini 薄暗 (bó àn) yang artinya senja. Karena dia ini sangat tampan dikala senja. Gak. Ya pokoknya gitu deh. :v


Jadi begini awal mula ceritanya...
( Dagdigdugser gila mau bikin ini postingan. :'v )

Aku ini adalah seorang murid baru di sebuah sekolah Islam terpadu yang cukup dikenal untuk kalangan sekolah yang baru berdiri. Yap, aku merupakan siswa pindahan. Well, aku masuk ke sekolah ini setelah tiga bulan dimulainya pembelajaran. Di sekolah ini, kelas perempuan dan laki-laki dipisah. Ya namanya juga sekolah Islam terpadu kan harus ada sekat jarak antara perempuan dan laki-laki. Nah, dari sini lah dimulainya kisah itu. Kelas perempuan saat semester pertama ada di lantai atas sedangkan kelas laki-laki ada di lantai bawah. Awalnya, kami tidak saling kenal sama sekali. Benar-benar tidak kenal, jangankan berkenalan, tatap mata atau melihat wajahnya sekali saja sudah malu. Jadi di semester pertama ini aku sama sekali tidak mengenal laki-laki dan banyak sekali desas-desus yang berkata kalau aku ini jutek bin judes. Emang iya sih haha. :v

Di semester kedua, kelas perempuan dan kelas laki-laki ditukar tempatnya. Kelas laki-laki di lantai atas, sedangkan kelas perempuan ada di lantai bawah. Karena kelas perempuan bersebelahan dengan tangga, jadi gak jarang para ciwi(?) duduk di anak tangga sekadar untuk nongkrong saat istirahat. Nah para cewek ini cukup mengganggu lalu lintas para kaum Adam yang mau lewat ke kantin, jadi kadang kaum Adam ini harus jalan ke arah tangga di ujung gedung kalau mau ke kantin. Ada juga sih yang nekad buat melangkahi mayat(?) para cewek. Ya gitu deh, biasanya yang berani lewat itu cowok yang agak "bandel" dan kepedean sok-sokan kayak cogan walaupun emang cogan. Eh gak deng, gak ada yang cogan di kelas laki-laki. Eh bentar...ada deng. Labil banget lo. #plakk :v

Di sini nih, aku mulai mengenal Boan. Ini sebenarnya berkat salah satu guru yang agak kewl [read: gaul] gitu sih ya. Guru yang biasanya ikut nongkrong di tangga atas bareng sama para cowok. Mulanya, aku yang baru selesai jajan dipanggil sama guru gaul yang lagi duduk di anak tangga atas. Otomatis aku tengok dong ya, tanda kalau aku menggubris panggilannya. Nah, di sebelahnya ini ada Boan. Ah biasa lah, kalau digodain kayak gimana. "Baobao! Ada salam dari Boan," kata guru gaul. Nah, itu pertama kali aku berani melihat wajah seorang cowok selama aku berada di sekolah itu. Karena aku yang (katanya walau fakta) jutek bin judes, aku cuma mengerlingkan mata dengan tatapan dingin nan sadis. Aku pun lewat aja tanpa peduli dengan perkataan guru gaul yang hobinya pairing siswa kelas cewek sama cowok. Aku kurang hajar ya hahahaha. Tapi itu aslinya aku dagdigdug, malah sampai kepikiran juga. Ah biasa masih jadi bocah alay, digituin kan langsung baper [read: bawa perasaan]. :v

Kebaperan ini gak berhenti dalam waktu sehari dua hari saja, baper ini masih berlanjut sampai aku naik kelas. Hati aku terbagi dua sih, antara fans berat seseorang dan mulai suka sama Boan ini. Jadi, aku gak terlalu fokus sama Boan ini dan gak terlalu kepo lah ya dia suka sama siapa, latar belakangnya kayak gimana. Di semester tiga, aku masih belum terlalu admiring Boan banget. Tapi setelah semester empat, hati aku sudah mulai terfokus dengan si doi. Aku mulai kepo dengan latar belakangnya, dia suka dengan siapa waktu dulu dan sekarang, apa saja yang dia lakukan. That's all.



Dan ada fakta mengejutkan setelah aku tahu Boan ini suka dengan siapa. Ternyata... he admired my bestie. Gila gila gila. Tapi memang itu dulu, karena aku juga tahu dia di semester empat suka dengan siapa. But, there's another thing that made me being shocked, my bestie also admired him bahkan belum move on. What the... Aku gak mungkin dong ya, cerita dengan bestie aku ini kalau aku suka dengan Boan. Kalau aku cerita, yang ada nanti malah persahabatan aku dan dia renggang cuma karena cowok yang kami suka itu sama. Ya walaupun bestie aku kepo dengan orang yang aku suka, bahkan sampai bilang dia rela kasih Boan kalau aku naksir sama Boan. Itu tetap saja pasti bakal membuat kami berdua canggung, maka dari itu aku memutuskan untuk diam dan mengaku kalau aku suka dengan orang yang aku idolakan saat aku belum terfokus dengan Boan ini. Dan kebanyakan, temanku juga tahunya aku suka dengan orang yang aku idolakan ini. Padahal sebenarnya bukan muehehehehehe. :3

Nah, di semester empat ini aku dan Boan sudah mulai interaksi karena kami tergabung di organisasi OSIS. Gak perlu dijelasin lah OSIS apaan, yang pernah sekolah pasti tahu apa arti dan tujuan OSIS. Hahahaha. :p
Karena interaksi yang lebih ini lah, frekuensi pertemuan kami semakin sering. Untuk kualitas dan kuantitas perasaanku juga semakin tinggi. Testi? Cek instagram kita, Sis. Gak. XDDD
Karena tugas kami di OSIS sama dan harus bekerja sama, maka kami harus banyak interaksi di sekolah maupun di luar sekolah. Menghubungi lawan jenis di sekolah kami itu sudah termasuk hal yang "tabu", maka dari itu  jarang ada yang berani komunikasi, takut dipanggil guru hahahaha. Tapi karena ini mendesak dan berkaitan dengan tugas organisasi, maka diperbolehkan berkomunikasi seperlunya sekalian tambah bumbu modus biar pedas. :v
Nah pertamanya, aku ini menghubungi Boan lewat salah satu jejaring sosial. Gak usah disebutin nanti kepo sama the real Boan. Hahahaha. Bahkan aku dapat nomor HP-nya, karena alasannya dia gak always on untuk komunikasi soal tugas organisasi. Aku bingung sendiri waktu dikasih nomornya, SMS tidak ya? :v


Karena terlalu mendesak dan aku juga gak punya paket internet. Akhirnya, aku memberanikan diri untuk SMS Boan. Fyi, dulu paket internet itu mahal banget buset dan dipakai hanya kalau ada keperluan saja. Jadi, aku gak terlalu sering online. Dari sinilah, modus dimulai dan aku juga lebih rajin mengerjakan tugas organisasi. Kan harus laporan tugasnya sampai mana, sekalian modus komunikasi lah. XD

Kami mulai sering berkomunikasi lewat SMS dan bertemu tatap muka. Aku sih dari dulu berusaha buat stay cool supaya gak ketahuan. Tapi, lama kelamaan, aku mulai memberi respon yang mencurigakan kalau bersama Boan. Yang curiga bukan Boan sih, tapi teman-teman sekelasku. Boan mah gak peka, gak bakal lirik aku juga. Dia itu kece, ganteng, lumayan putih kalau buat kalangan cowok(?), gak tinggi amat sih tapi gak bogel juga, imut lah hahahaha. Sedangkan aku mah apa atuh, sudah bau, pendek, jelek, dekil, hitam kayak arang, ah hanya belek di mata kutu. Gak. :'v

Setelah kenaikan kelas pun kami masih interaksi, karena laporan pertanggungjawaban selama berorganisasi harus segera diselesaikan karena akan adanya reorganisasi penyerahan jabatan ke angkatan selanjutnya. Yaaaah, gak bisa modus sms lagi dong? #plakkk :((
Di semester empat, aku puasin diri untuk lebih sering SMS Boan dengan embel-embel laporan pertanggungjawaban. Dia juga fast respon sih hahahaha. Jadi betah(?). :v
Bahkan, aku sampai tahu siapa orang yang dia suka saat itu, dia juga gak jarang malah curhat dengan aku. Bau-bau friendzone nih. Ah tapi, setidaknya dia jangan tahu perasaanku lah daripada menjauh hehe.


Usai laporan pertanggungjawaban, aku lost contact sama Boan selama tiga bulan lebih kalau gak salah. Lagipula, di semester ini sudah mulai banyak try out ujian nasional, jadi aku juga mulai fokus belajar dan gak memikirkan Boan. Tapi aku masih bisa lihat dia di ruangan sebelah kok kalau kangen(?), karena tahu gak sih... kelas perempuan dan kelas laki-laki semester lima bersebelahan. Jadi, setiap mau ke kantin dan lewat depan kelasnya, bisa lirik sedikit ke kanan buat cuci mata. Aheu. XDD
Dan tahu gak sih, teman-teman semua makin curiga atau bahkan mulai tahu isi hati aku pada Boan. Di semester ini juga, hubungan aku dan bestie mulai renggang, mungkin karena dia tahu juga aku suka dengan Boan. Tapi bagaimana lagi, aku mencoba mundur tapi malah dituntut berkomunikasi lebih untuk organisasi. Lagipula, perasaan juga gak bisa dipaksakan, kan? Karena otak dan hati memang gak pernah sinkron. Maafkan Baobao ya. :'3

Di semester akhir, kelas senior yang mau menghadapi Ujian Nasional diajak untuk refreshing rekreasi ke taman bunga dan menginap di sebuah penginapan untuk doa bersama menjelang Ujian Nasional. Aku saat itu sedang dekat dengan partner in crime-ku Big Mama dan satu orang lagi sebut saja 阳刚 (Yáng gāng) yang artinya maskulin, karena Yanggang ini orangnya memang laki-laki cover perempuan(?). Ah begitulah, bayangkan sendiri. :v
Yanggang ini orangnya frontal, ceplas-ceplos semaunya. Dan... waktu itu yang lain selesai makan siang di taman bunga, sedangkan aku baru makan di bus, ada Boan juga tepat duduk di belakangku, Yanggang bilang sesuatu pada Boan. Begini percakapannya.

YG: "Boan! Mau makan gak?"
BA: "Mau. Mana makanannya?"
YG: "Tuh, minta ke Baobao!"
BB: "Yanggang! -_-"
YG: "Gak apa, Bao. Terakhiran sebelum lulus, biarkan dia tahu."
BA: "Mana?" (sambil cari makanan)
YG: "Boan mau gak makan sama Baobao? Tuh, diajakin makan sama Baobao."
BB: "Yanggang!!!" (menjerit dalam hati)
BA: "Gak ada makanannya juga. Hehe."
[ Sial, bikin gak kuat aja. :'v ]
YG: (ambil makanan yang lagi aku makan) "Nih, mau gak?"
BA: "Ayam, bukan? Gak mau ah, tadi sudah kenyang makan ayam. Kirain makanan lain."


Ini adalah moment yang paling bikin aku malu. Boan pergi, aku langsung sikat si Yanggang. Menyebalkan memang. Setelah kejadian itu, aku malu kalau show up di depan Boan. ><"

Skip refreshing, siswa semester akhir mulai fokus ujian. Nah, saat itu, kelas perempuan dan laki-laki dipecah dan dikelompokkan berdasarkan ranking saat try out. Jadi, ada kelas A, B, C, dan D. Kelas A untuk yang hasil try outnya sudah cukup memuaskan, kelas B untuk yang butuh sedikit polesan agar bisa menyusul kelas A saat UN nanti, kelas C untuk yang butuh bimbingan agar nilai UN lebih baik, kelas D yang butuh bimbingan agar nilai UN cukup memadai untuk kelulusan. Saat itu, aku tergabung di kelas A dan... ternyata tak disangka Boan juga masuk di kelas A. Wah, pikiran aku langsung kalut dong. Setelah dipermalukan Yanggang waktu itu, kemudian aku jadi satu kelas dengan Boan? ><

Kelas A ini dianggap sudah mampu belajar sendiri oleh guru, maka dari itu guru-guru mata pelajaran lebih sering masuk di kelas B, C, dan D. Kelas A ini dilepaskan, biasa lah karena yang namanya siswa suka dengan kebebasan maka hal itu dinikmati saja sampai detik-detik menjelang UN. Kelas A ini diperbolehkan untuk ke kantin saat tidak ada guru yang masuk dengan syarat harus belajar di kantin. Kami sih iya saja, walaupun aslinya gak. XDDD
Nah, di kantin lah cewek dan cowok kelas A jadi sering mengobrol dan  nampaknya Boan juga sudah lupa. Jadi, aku juga gak terlalu canggung saat mengobrol dengan dia. :v

Skip ujian, kabarnya Boan ini setelah kelulusan mau masuk ke sekolah yang sama denganku. Uhuk. Jadi, ada alasan aku berkomunikasi dengan dia lagi untuk bertanya-tanya tentang pendaftaran masuk. XD
Aku pikir, nomor Boan sudah tidak aktif tapi ternyata masih aktif. Nah, mulai lah kami saling komunikasi dan berbagi informasi lagi. Sampai menjelang perpisahan, aku tidak ikut perpisahan dan berangkat lebih dulu daripada Boan. Karena sekolah yang kami tuju letaknya jauh banget, nun jauh di sana. Gak. XD


Tahu gak sih...
Saat di perjalanan, ada telfon masuk. HP aku berdering dari nomor yang gak dikenal. Saat aku angkat, suaranya lembut kayak suara seorang ibu. Ternyata, itu memang ibunya Boan. Otomatis kaget dong. ;A;

Auntie: "Halo, assalamu'alaikum."
Baobao: "Wa'alaikum salam, maaf ini siapa?"
Auntie: "Ini mamanya Boan. Baobao mau masuk ke sekolah yang sama juga ya?"
Baobao: "Iya tante."
[ Sumpah, aku speechless di sini gak bisa ngomong apa pun. ]
Auntie: "Boleh tanya gak, pendaftarannya yang benar sampai tanggal berapa ya?"
Baobao: "Sampai tanggal sekian Mei, Tante. Tapi nanti kayaknya ada gelombang kedua juga."
[ Lupa tanggal hahaha. XD ]
Auntie: "Oh begitu, Boan mau ikut perpisahan dulu. Kasihan terakhir."
Baobao: "Oh begitu ya, Tante. Masih bisa kok nanti ikut gelombang kedua."
Auntie: "Ya sudah, nanti Boan ikut yang gelombang dua saja. Sekarang Baobao sudah berangkat?"
Baobao: "Sudah, Tante."
Auntie: "Sudah sampai mana?"
Baobao: "Sudah sampai pekalongan, ini lagi istirahat buat makan."
Auntie: "Oh gitu, kalau gitu hati-hati di jalan ya, Sayang."
Baobao: "Iya, Tante, terima kasih."
Auntie: "Iya, Sayang, sama-sama. Tante tutup ya, assalamu'alaikum."
Baobao: "Wa'alaikumsalam."

Degdegan coy! Gila, kenangan terindah ditelpon mama Boan terus dipanggil "Sayang". Baper aku baper, tolong! :'3

Itulah perjalanan secret admiring aku selama tiga tahun, aku juga masih bingung sih sebenarnya aku masih admiring Boan atau gak. Soalnya, aku selalu ingat sama Boan setiap mau jatuh cinta dengan orang lain. Help! :c

Ya sudahlah, aku rasa ini juga sudah kepanjangan. Hahahaha. Semoga saja Boan gak baca deh, walaupun mungkin memang ini gak ada yang baca. XD

Baobao pamit undur diri. Bye.




June 15, 2016

Long Distance Relationship

8:31 AM 0 Comments

Ting tong!
Hello Baobao is back!

Kali ini aku kembali mau bahas tentang LDR nih. Dan ini juga ada beberapa yang diangkat dari pengalaman pribadi. Ok, ayo kita ulas tentang LDR.

Long Distance Relationship atau yang biasa dikenal LDR oleh para remaja ini artinya adalah hubungan (pacaran) jarak jauh. Maksudnya, disaat seseorang menyandang status LDR, bisa diartikan bahwa seseorang itu memiliki kekasih yang berada nun jauh di sana. Entah di kota yang berbeda, atau di provinsi yang berbeda, atau di negara yang berbeda, atau di planet yang berbeda (boleh juga). Mungkin yang kekasihnya ada di catatan takdir, bisa juga disebut LDR juga kok. XD #plakkk



LDR ini juga bisa terjadi ketika masa SMA nih biasanya. Di mana, kisah-kasih di sekolah berlanjut ke kisah-kasih masa kuliah. Karena sepasang kekasih itu belum tentu berada di perguruan tinggi, daerah, atau bahkan provinsi yang sama.
p.s: cuma buat yang hubungan yang langgeng sampai kelulusan ya. Yang putus sebelum kelulusan sih, gak bisa disebut LDR. :p
Itulah mengapa LDR sedang marak belakangan ini, karena istilah ini baru muncul belakangan ini. Biasa lah, zaman alay. :v #ditabok rakyat.

Kalau dihubungkan dengan media sosial, ada istilah baru lagi namanya LCR atau Love Cyber Relationship. Apa bedanya dengan dengan LDR? LCR ini hanya sebatas hubungan media sosial. Of course, istilah ini juga baru muncul karena istilah ini dipelopori oleh jejaring sosial. Saat itu, gak tahu bagaimana rupa aslinya, tingginya, besarnya, karena hubungan ini hanya terjalin di dunia maya. Bisa dibilang gak pernah bertemu sebelumnya sedangkan LDR itu hubungan yang harus terpisah karena jarak setelah bertemu. Jadi, kita semacam memiliki virtual boyfriend/girlfriend yang berbagi kasih lewat belaian tulisan. Apa ini. XD

Nah, setelah membahas ini, aku akan bercerita pengalaman pribadi. Aku punya mantan LDR, panggil saja 台风 (Táifēng). Awalnya, kami bertemu melalui media sosial dan bercakap lewat chat. Setelah banyak bercakap dan banyak tahu bibit bebet bobotnya, ternyata dia ini adalah sepupu dari senior aku di SMA dan kini aku telah membuktikan bahwa dunia itu sempit. :v Berlanjutlah komunikasi itu ke telfon dan sms, melalui kesepakatan akhirnya kami meresmikan status hubungan kami yang belum bisa disebut LDR, tetapi LCR karena kami memang belum pernah bertemu. Setelah beberapa lama, akhirnya kami bertemu dan mengubah status kami menjadi LDR. Hubungan kami hanya bisa dipertahankan selama tujuh bulan setelah melewati berbagai masalah yang ada dan akhirnya kami sepakat untuk menyelesaikan "permainan" ini. Singkat cerita begitu saja lah, jangan detail banget. :v
P.s: Jangan tiru adegan ini.


Caution!
Kalau kalian mau mencoba kisah cinta(?) seperti ceritaku di atas, tolong hati-hati. Ketahui bibit bebet bobotnya dulu, jangan asal mendekati orang. Sekarang sedang marak penculikan, pemerkosaan, perampokan karena mereka yang kenal melalui media sosial. Tapi akan lebih baik adegan ini jangan ditiru, itu hanya poin keberuntungan untuk aku. Gak akan mau lagi, takut dan kapok.

Gak hanya mantan LDR atau yang bisa disebut real ex(?), aku juga punya banyak ex virtual boyfriend karena aku memang punya dua dunia. Jumlah real ex ada satu, jumlah ex virtual boyfriend ada banyak. :v

Nah, dari pengalaman itu aku bisa mengambil sisi positif dan negatif dari LDR. Sisi positif aku sebutkan terlebih dahulu.

Gak ada pertengkaran fisik.
Gak ada main tampar-tamparan, jambak-jambakan, kan jauh orangnya juga. Sabar ya. Muahahahaha.

Hemat.
Gak perlu ajak jalan, gak perlu traktir makan, gak perlu jadi ojek, gak perlu jadi supir. Hemat bensin, hemat duit. Sedia pulsa saja cukup. :v

Bisa selingkuh. #sesat
Doi gak tahu, doi juga gak mengawasi setiap saat. Hahahaha.

Kerugian LDR? Oh banyak. :v

Sering salah pengertian dan ujungnya malah ribut. Gak jarang juga, berantem karena masalah sepele. Mudah cemburu, khawatir, kesal kalau gak dihubungi. Pikiran jadi kalut deh.

Gak bisa melampiaskan rasa kangen, paling hanya bisa spam kontaknya. :p

Cintanya kadang memudar karena kepincut sama yang dekat. :v #nahloh

Khawatir diselingkuhi. Siap selingkuh, siap diselingkuhi juga. #doublenahloh :v

Ok, ini juga tips supaya kuat menjalani LDR walaupun aku gagal sih karena ini butuh partisipasi dari kedua pihak. :v

Jalin komunikasi yang baik.
Jangan lupa kasih kabar sesibuk apa pun. Kalau memang benar-benar sibuk dan gak bisa kasih kabar, kasih doi durasi buat gak menghubungi selama kamu sibuk.  Tapi setelahnya hubungi doi lagi, bukan malah ditinggalin sama yang baru. :p

Beri kejutan.
Setiap orang suka kejutan, apalagi yang ada manis-manisnya gitu. :3

Dekati orang tuanya.
Kalau kamu sudah dekat sama orang tuanya, peluang doi selingkuh sedikit. Siapa lagi yang akan memonitori doi kalau bukan orang tuanya? Bisa dapat info dari orang tuanya juga lho, poin keberuntungan buat kamu kalau dapat restu buat naik pelaminan. XD

Kunjungi dia.
Saat waktu luang, saat libur, sempatkanlah buat bertemu dengan doi. Walau doi gak ajak, inisiatif buat ajak doi jalan. Sebenarnya doi mau, tapi malu gitu kayak meong. (>'3'<)

Punya tujuan.
Apa tujuan kamu LDR? Hanya main-main atau memang bertujuan buat naik pelaminan?

Berpikir positif.
Jangan hanya pikir dia selingkuh terus kalau doi gak menghubungi. Dia juga punya kesibukan sendiri. Nanti kalau pikir selingkuh melulu, doi selingkuh beneran lho. #triplenahloh :v

Saling mengungkap keinginan.
Kalau punya keinginan tuh bilang, bukan kode-kodean. Belum tentu doi itu anak pramuka yang bisa terjemah kode kamu itu. Kalau mau ini itu katakan keinginan kamu pada si doi,  bukannya malah berkata, "kamu gak pernah mengerti aku ya?" Ngajak ribut? -_-

Jangan cemburuan.
Cemburu yang wajar aja. Jangan cuma karena kerjain tugas kelompok bareng cewek/cowok lain, kamu sampai suruh doi DC cewek/cowok yang kerja kelompok sama si doi. Nanti doinya gak nyaman.

Saling percaya.
Percaya dia gak bakal selingkuh, meski aslinya dia selingkuh. Gak gak. :v #ditabok.

Punya komitmen.
Intinya, punya komitmen untuk saling setia ya biar LDR-nya gak gampang putus. :p

Sekian dari Baobao, sampai jumpa lain waktu.♡:*

May 27, 2016

Postingan Macam Apa Ini?

9:43 PM 0 Comments

Tuuut... tuuut... tuuut....
Sisa pulsa Anda tidak cukup untuk melakukan panggilan.

Rencananya, sekarang tanggal 27 Mei aku mau telfon seseorang yang bertambah tua. Iyap, tapi sudah aku jelaskan dengan satu kalimat yang membuat hati ini tercabik hingga menusuk ke dalam jiwa. (Apa sih)
Hari ini, hari bertambah usianya dia dari tujuh belas tahun ke delapan belas tahun. Selamat ya, sudah bisa nonton film 18+ tuh(?). Hahahaha nggak, nggak, film itu gak boleh ditonton sepanjang masa. Haram lihat aurat orang lain yang bukan mukhrim. (Ecie edisi alim) #backsound: Opick - Khusnul khotimah. XD

Oke, jangan dipikirkan tentang film itu. Hanya bumbu racikan biar gurih gurih enyoy kayak tahu bulat. (kan si Baobao makin bulat, eh makin lantur maksudnya. -_-)

Ah sudahlah, dari tadi baca kalimat gak bermutu kayak gitu tapi gak tahu siapa yang ulang tahun, kan? Jadi bikin penasaran, ya? Hahahaha. Kalau gak penasaran, ke laut saja sana ah. --"
Oke, ini cluenya: dia lahir 27 Mei 1998.

Nama: 亲爱 (Qin ai).
Lahir: tadi kan sudah disebut di atas, hemat kata ah. Kan pakai aisia hidayat, Rp.1/karakter. :v
Hobi: Selfi dengan gaya sebagai berikut → Щ( òДó ̾)Щ̾
Cita-cita: apa ya? :v Jadian sama pak dog ter(?) aja gimana? XD #plakkk


祝 你 生日 快乐 亲爱!
Harusnya dia bisa baca. :p

Terjemahannya:
Zhù Nǐ Shēngrì Kuàilè Qīnài.
Selamat ulang tahun, Qinai.
Semoga Allah, melindungi kamu, tercapai semua angan dan cita-citamu. Mudah-mudahan, diberi umur panjang, sehat selama-lamanya. :3
#backsound: JAMRUD - Selamat Ulang Tahun.
Jangan minta kado ya, lagi kere nih. Cukup didoain aja ya, biar setannya keluar. #plakkk. --v (Rukhiyah kali. -oo-)

Oke, ini dia sepenggal cerita tentang kita.
(Reader : "cieee kita.")
(Ts : "buset dah salah melulu perasaan.")
Singkat cerita aja ya, kan pakai aisia hidayat. :'v

Nah, dia ini kembaran aku. Kenapa bisa kembaran? Kita lahir cuma berbeda satu hari saja sih, itu pun mungkin hanya beberapa jam. Makanya, kita semacam kembaran tapi yang brojolnya beda beberapa jam. Dan aku yang cimit ini jadi kakaknya. -_-
Dia ini my partner in crime, baik di kelas maupun di kelasnya Laoshi. Seperti yang telah diceritakan di postingan Trouble Maker yang sexy hot gimana gitu. Gak. :v
Orangnya emang petakilan sih, gak bisa diam kayak aku. Cuma ya, aku lebih kalem(?). Sudah terima saja apa adanya, jangan komplen. :3
Pertama bertemu dengannya itu sewaktu di kelas Mandarin sih. Bisa tahu lah, jalan cerita kenapa bisa dekat dengannya di kelas itu, kalau sudah baca postingan Trouble Maker. Ya, kalau di kelas sih biasanya mengobrol gitu kadang sampai ngakak lebar selebar mulut kudanil. Kadang juga comblangin orang gitu(?). Emang mereka yang kita comblangin gak minta buat dicomblangin sih, tapi kan kami peka. Hahahaha. Biarkan dunia ini milik mereka berdua. Cihuy. :v

Sudah pasti dia tiga tahun berturut-turut ini satu kelas sama aku, sampai bosan aku melihatnya. Gak, gak, bercanda. :p
Gak perlu cerita tentang dia di kelas ya, itu aib masyarakat(?). Jadi, aku dan dia waktu kelas 10 kurang dekat. Kalau mengobrol sih, masih ya nyambung aja. Kami juga kelas 10 pernah joget di depan kelas dengan backsound lagu-lagu girlband boyband Indonesia yang ngehits seperti, Cibi, Sepenaikon, smes. Menggila gitu deh pokoknya. Dia waktu pertama masuk, sering ngeciein aku sama teman sebangku aku yang pertama. Emang cowok, tapi ya gitu deh ah, luar binasa. -_-
Nah, di kelas 11 kami lumayan dekat lah. Soalnya, di kelas 11 ini sering banget ulangan Biologi, mana gurunya kalau menjelaskan materi cuma blablablablabla rampung. Padahal, anak-anaknya gak mudeng tapi malah mupeng bin mubeng(?). Jadi, kami sering belajar bersama dan berangkat ke laboratorium bahasa bersama. Dengan banyak kebersamaan itu, kami semakin dekat.
Nah, di kelas 12 ini nih, duo in crime paling kriminal(?). Petakilan gak jelas, kejadian joget di depan kelas terulang kembali, plusplus suka comblangin orang gitu deh. Kayak mengasingkan diri dari orang yang merasa dunia milik mereka berdua saja. Hahaha. Dan ditambah lagi, kalau kami masing-masing ada di rumah masih tetap kontak lewat aplikasi-aplikasi sosial media, mentok sih paling smsan. And, kami juga punya geng clurit manicure, terdiri dari aku, Qinai, dan seorang cowok yang mungkin bisa aku juluki si弟弟(Dìdi) yang artinya adik laki-laki,  karena dia kelahiran 1999. 

Sekarang kelas 12 sudah perpisahan, aku juga sudah pulang ke hometown karena aku adalah anak rantau sewaktu SMA haha. Kok bisa ya? Baca postingan aku selanjutnya deh. Padahal nanti kuliah juga merantau lagi. Hohohoho. Aku di sini, dan kau di sana. Hanya berjumpa via Whatsapp. #backsound: RAN - Dekat di Hati. :v
Tapi, kami gak lost contact. Hanya saja, aku jadi orang sibuk saat ini, butuh persiapan buat tes masuk kuliah. Kalau dia sih, sekarang sudah jadi calon mahasiswa di UGM prodi penyuluhan pertanian lewat jalur undangan. Jadi, waktunya lebih luang daripada waktu yang aku punya. :v

Well, itu lah cerita singkat antara aku dan dia. Aku harus kembali jadi orang sibuk nih. See you next time, doain aku ya. O:)

With Love,

Baobao♡


April 26, 2016

Kuto Solo sing Dadi Kenangan Kowe karo Aku...Ah sudahlah~

1:46 PM 0 Comments

你们好!
Nimen hao!
Halo semua!

Kembali bersama saya di channel ikan terbang(?). Di channel kesayangan Anda maksudnya. :v

Kangen gak nih sama aku? Kangen gak? Pasti kangen, kan? Kangen gak kangen pokoknya HARUS KANGEN. *edisi maksa* Nah, aku sudah selesai ujian kelulusan nih. Tinggal menunggu pengumuman hasilnya, doain ya. Kalau gak doain awas aja. *asah golok* -..-

Nah, sekarang aku mau cerita nih apa yang aku lakukan setelah ujian. Of course, I have a lot of stories. Muehehehehe. With...my partner in crime, yang pernah aku ceritakan di postingan ini, si mungil itu lho. Oke, aku beri dia julukan 小 (Xiao) yang artinya kecil dan kalian pasti sudah tahu kenapa aku menjulukinya begitu. Yap, kata kuncinya adalah si mungil. Aku punya cerita saat bersamanya dan cerita itu tersimpan...ning stasiun balapan, kuto solo sing dadi kenangan, kowe karo aku~ Asiiiik, tarik maaaang! :v
#backsound: Didi Kempot - Stasiun Balapan.

Sebenarnya sih bukan di Stasiun Balapan, tapi di Pasar Klewer dan kesasar melulu. -____-


Ok, let's start the trip. Throw back to...

Rabu, 13 April 2016. 08:00 WIB (sebenarnya sih ngaret, tapi anggaplah tepat waktu biar elegan sedikit. -o-)
Well, sebelum berangkat, aku harus menunggu Xiao dulu, tepat di bawah lampu merah di perempatan depan terminal. Dia bakal datang menjemput kita dengan naga channel ikan terbang(?). Dan, cuaca pagi ini cerah banget, langitnya biru, awan putih tipis mengambang, matahari juga bersinar terang. Ah ya, udaranya, segar! Selagi menunggu, hiruplah udara sebanyak-banyaknya supaya gak emosi karena penantian ini bakal menyulut api kemurkaan(?).
Beberapa menit kemudian. Demi apa...lama banget, kami belum berangkat ke Solo lho. Ah, aku sudah pegal menunggu si bocah cilik ini. Setiap angkutan kota yang lewat aku awasi kayak mata-mata, siapa tahu terkandung manusia yang aku cari di dalamnya tapi tetap saja dia gak ada di dalamnya. Ah bosan, aku mengalihkan perhatian pada ponsel. Jadi, setiap angkutan yang lewat, aku gak terlalu peduli karena aku yakin di dalamnya gak ada manusia yang aku cari toh aku juga sibuk sendiri buat memastikan posisi target. (Ini bahasa film action, maklum terlalu doyan nonton film dan kebetulan habis nonton dramanya Joongki si cogan kiyut. :'v)
Kemudian, sebuah angkutan tiba-tiba berhenti dan mundur padahal aku gak menghentikan angkutan kota itu. Lalu, muncul sebuah kepala manusia di balik pintu. (Buset horor. -_-) Elah, ternyata itu dia! Aku lari ke arah naga[read: angkutan umum] yang menjemputku. (biar ceritanya kayak film zaman baheula). Rencananya kita akan mampir dulu ke Bangsari nih, karena Xiao mau menemui seseorang. Cieee, uhuk! :v

Rabu, 13 April 2016. 08:30 WIB.
Sebenarnya sih gak tahu pasti akuratnya jam berapa tapi ya sekitar jam segitu lah kami sampai di Bangsari. Sebenarnya, jarak yang ditempuh gak terlalu jauh dan sudah pasti gak akan memakan waktu yang lama. Tapi...ah kayak yang gak tahu aja manusia Indonesia kayak gimana. Hahahaha.
Akhirnya, sudah sampai...bukan sampai di Solo tapi di pangkalan angkutan kota, depan pasar di Bangsari. Kami turun dari angkutan kota, berdiri menunggu seseorang yang mau Xiao temui di depan pasar, di pinggir jalan tepat di trotoar. Harus menunggu lagi, sabar ya.
Kemudian, ada teman sekelasku lewat di depan kami dan menyapa dengan klaksonnya. Ia penggemar bola sepak, tim kesukaannya...Real Madrid? Ah, aku gak begitu tahu pasti. Aku melambaikan tanganku padanya. Pasti dia sedang mengantar ibunya ke pasar. Biasa lah, kalau liburan pasti begitu. Bakal jadi tukang ojek, tukang nyapu, tukang nyuci. Dan beberapa saat kemudian, seorang perempuan yang mengendarai motor tiba-tiba bertanya, "Sedang menunggu orang?" Dan, ternyata itulah orang yang ingin Xiao temui. Elah, kirain perjalanan ke Solo ini bakal bergenre romance, ternyata hanya transaksi kain batik untuk perpisahan nanti. -_-

Rabu, 13 April 2016. 09:45 WIB
Kami menunggu bus yang lewat. Aku rasa hari ini edisi penantian panjang. Ku akan menanti~ meski harus penantian panjang. #backsound: Nikita Willy - Penantian Panjang.
Beberapa bus lewat, tapi rutenya gak sejalan dengan tempat yang kami tuju. Akhirnya, ada satu bus yang sejalur dengan kami. Kami melompat naik ke dalamnya, oke...bus penuh. Terpaksa harus berdiri dan MENUNGGU ada penumpang yang turun untuk dapat tempat duduk. Tapi, seru juga berdiri saat bus jalan. Rasanya kayak lagi berselancar di atas ombak yang menggulung, hanya saja ini edisi di atas jalan aspal. Setelah beberapa saat, aku dan Xiao pun dapat tempat duduk. Setelah kami dipersatukan kembali, aku rasa kamilah penumpang yang paling berisik. Biarinlah, di bus kan gak ada radio daripada krikrik gitu mending dibikin berisik. Muahahaha.

Rabu, 13 April 2016. 10:30 WIB
Nah, ini dia, kota kenangan. Kami turun di daerah Kerten, dekat halte Batik Solo Trans atau yang biasa disingkat BST. Kami belum tahu rutenya, jadi rutenya kami tanyakan dulu kepada si mbah yang tahu segalanya, tanpa kembang tanpa sesajen tanpa mantra ia mampu menjawab segalanya, dialah mbah yang paling dicintai pelajar saat mengerjakan tugas, Mbah Google. :v

Mau tahu? Ok, screenshot terlampir.


Nah setelah tahu rutenya, kami MENUNGGU LAGI untuk kedatangan BST yang sejalur dengan tujuan kami. Satu BST sudah lewat, karena rutenya tidak sama dengan tujuan kami. BST selanjutnya pun datang menghampiri, nah inilah BST yang kami tumpangi. Ketika masuk ke dalamnya, wah masih luas. Kami duduk di pojok belakang dan di sisi kiri ada jendela yang memudahkan kami untuk mengakses pemandangan di sisi kiri jalan dan memprediksi cuaca hari ini. Awan menutupi matahari dan berwarna abu-abu, mungkinkah hujan? Kami tidak tahu pasti di mana harus turun, tapi melihat screenshot rute BST ini setidaknya kami harus turun di antara Pasar Klewer dan Pasar Gadhag. Tapi ternyata...kita malah turun di Pasar Gadhag. Kebablasan sedikit.

Rabu, 13 April 2016. 10:45 WIB
Ya...di sinilah kami gak tahu tujuan dan arah. Gak jelas mau apa dan mau ke mana. Jadi kami menetapkan patokan di alun-alun, monumen pahlawan dekat keraton. Kami berjalan menelusuri trotoar jalan, melewati bank yang berjajar rapi di sisi jalan. Terik matahari juga memayungi kami, tentu saja panasnya menyelimutiku yang berbalut pakaian hitam. Arah lalu lintas semuanya sejalur, maka dari itu perjalanan di Kota Solo cukup memakan waktu. Ada yang beda juga di daerah ini, setiap bangunan, perusahaan, atau bank, mereka menulis nama perusahaannya juga dengan aksara jawa. Unik ya.
Kami berjalan menyebrangi jalan. Aku melihat papan petunjuk arah, menunjukkan arah keraton dan masjid. Daripada gak ada tujuan, mending jalan-jalan ke keraton saja. Banyak tukang becak yang berjajar dan ada sebagian yang menawarkan jasa antar ke keraton ataupun ke tempat lainnya. Ya, kami gak tahu pasti ke mana arah keraton, mau naik becak tapi pasti akan mahal. Jadi, kami masuk lurus ke Pasar Klewer. Wah, isinya dagangan khas Jawa: baju batik, tas batik, makanan jawa. 
Kami mampir ke tempat-tempat dagangan itu. Ada satu pakaian batik yang menarik perhatianku, lumayan kalau digunakan untuk perpisahan nanti. Harga awalnya 150 ribu, aku meminta kurangi harganya dan pedagang itu memberi harga 135 ribu. Padahal harapanku 120 ribu, tapi ya bagaimana pedagang itu bilang belum dapat. Aku naikkan harganya sedikit 130 ribu, setelah berpikir sejenak, akhirnya dapat. Yes!
Setelah mendapat baju, mampirlah kami di toko tas. Aku dan Xiao kebingungan memilihnya. Huahaha, terlalu banyak pilihan lebih membingungkan daripada hanya memiliki sebuah pilihan. Akhirnya, Xiao membeli tas dengan harga 45 ribu dan aku membeli tas motif batik dengan harga 35 ribu. 
Kami berkeliling lagi, entahlah apa yang kami cari. Tapi kemudian aku menemukan tas yang benar-benar membuat aku jatuh hati. Rasanya bagaikan tertembak panah asmara Cupid. Oooh. Tas rajut multifungsi, sangat lucu, bagus, dan...kurasa aku membutuhkannya untuk kuliah nanti. Mataku berbinar melihatnya. Uwo~ *-*
Harganya pun membuat aku tersedak, up to 300 ribu mamen. :'v But, whatever, entah aku yang gila atau apa, tapi aku rela keluar duit banyak buat tas itu. 



Rabu, 13 April 2016. 13.00 WIB
Aku dan Xiao sudah angkat tangan. Kami gak mau merogoh gocek lagi hanya untuk memenuhi keinginan kami. Ah biasa lah perempuan lapar mata. Kami pun berjalan lagi, padahal tujuan kami pun gak jelas. Akhirnya, kami mencari masjid karena saat tadi jalan ke arah Pasar Klewer, di papan petunjuk arah menunjukkan kalau masjid sejalur dengan keraton. Tapi, apalah daya kami, kami sama sekali gak menemukannya. Bertanya sama orang sekitar pun, mereka malah menunjuk mushola yang terletak di toko pusat kain batik.
Berhubung waktu sudah memasuki dzuhur, karena kami menganut agama Islam, jadi kami berhenti sejenak untuk menunaikan kewajiban. Sebelum masuk ke mushola, xiao menawarkanku beberapa barang dagangannya padaku semacam kaos kaki dan juga manset. Kebetulan, saat itu aku gak pakai kaos kaki dan perjalanan(kaki) yang cukup jauh membuat kakiku lecet tergores sepatuku sendiri. Jadi, aku membelinya dan langsung memakainya. Nah, setelah menunaikan kewajiban, kami berhenti sejenak buat istirahat. Ya, seenggaknya kami bernapas sebentar.

Rabu, 13 April 2016. 14.00 WIB
Kami pergi dari tempat peristirahatan dan lanjut jalan kaki. Berhubung waktu gak memungkinkan kami untuk pergi ke keraton ditambah lagi harus menyasar karena gak tahu jalan, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke habitat asal. Kami jalan meninggalkan alun-alun kota dan bertanya arah pulang ke seorang pedagang...apa ya, lupa. Ah pokoknya pedagang makanan lah, waktu bertanya aku sempat salah ngomong. Aku mau bilang Solo trans malah bilang trans Semarang. Tapi, ah langsung aku ralat lah. Malu euy. --"
Setelah dapat petunjuk, kami mengikuti arah yang ditunjukkan pedangang tersebut. Setelah menyebrang dan tepat menginjakkan kaki di depan pos polisi.
Aaaaaa!!! POLISINYA SO HANDSOME, GANTENG, HOMINA HOMINA.
Pakaiannya rapi, rambutnya juga terpangkas rapi, rahangnya tirus, badannya tegap, bawa pistol, kulitnya hitam karena terpapar sinar matahari, bentuk badannya...ugh pasti ada roti sobek di perutnya(?). Rasanya kayak lihat Kapten Yoo Si Jin beneran! #plakkk *0*
Mereka sedang istirahat sepertinya, tapi pemandangan itu hanya sementara, karena aku keep go ahead and stay cool gitu ya. Hahahaha. Kami pun menunggu BST di halte sambil baca peta BST menuju Solo Square.
BST pun datang, waktu pintu terbuka,  kami langsung masuk ke dalamnya. Satu kata yang bisa aku ucapkan. Penuh. Gila, bau badan, bau keringat, bau ketiak, bau AC, bau matahari, dan lengkap sudah waktu ada mas-mas masuk ke dalam BST dengan bau parfumnya. Campur aduk baunya. Heunggg, lieur. e_e

Rabu, 13 April 2016. 14.45 WIB.
Seperti yang aku tuliskan sebelumnya, arah lalu lintas Kota Solo itu searah, jadi selama kurang lebih 45 menit itu kami berada dalam perjalanan menuju Solo Square. Anggap saja, sekarang kami sudah turun dari BST dan berada di Solo Square. Di sini, kami sedang berburu ramen. Tapi...aku lupa di mana tempatnya.
Kami berkeliling Solo Square, naik turun eskalator buat mencari ramen. Hasilnya, nihil. Gak ketemu. Foodcourtnya kayak kota yang hilang, macam Atlantis. Akhirnya, karena sudah terlanjur kelaparan. Daripada mati kelaparan, kami pun makan di Es Teler tujutuju jagoannya bikin orang teler karena harganya buset bikin kantong bolong. :'v
Tapi mau bagaimana lagi, tempat makan kayak kaefsi dan kawan-kawan, sudah bosan. Nah, di sini lah, aku pesan mi ayam bakso dan Xiao memesan mi goreng. Minumnya, pilih yang paling murah deh, teh botol dan air mineral, dengan harga 5000 rupiah. Ok, kita pun paying tagihannya. Aku kaget banget, bukan masalah tagihannya, kalau itu sih sebelumnya sudah aku perhitungkan. Tapi, yang buat aku kaget adalah air mineral harga 5000 rupiah, ukurannya cuma seupil. Kalau beli di warung, 1500 rupiah pun sudah dapat. Untungnya sih yang beli bukan aku, tapi si Xiao. Buahahahahahaha. :V

Rabu, 13 April 2016. 15.30 WIB.
Selesai makan, kami cari minum dulu sebentar. Dapat satu gelas teh buat dibawa pulang. Aku dan Xiao keluar dari Solo Square dan duduk di halte buat menunggu bus. Selagi menunggu, kami berdua mengobrol lah daripada bosan. Kadang, aku juga jahil ambil foto candidnya Xiao. Lagi asik jeprat-jepret, tiba-tiba...
DUARRR! Kampret onta safari nyeruduk.
Ada suara ledakan yang bikin kaget. Gak tahu pastinya ledakan apa, yang jelas bukan ledakan hatiku ketika melihatnya bersama yang lain. :'v
Bus pun datang setelah...sekian lama~ aku menunggu untuk kedatanganmu. #Backsound: Ridho Rhoma - Menunggu. *plakk*
Oke, skip. Kami sekarang sudah ada di dalam bus. Bus gak penuh kayak tadi pagi, kami pun kebagian tempat duduk. Aku duduk di dekat jendela dan Xiao duduk di sebelah kiriku. And what happen, next? Of course, we were going crazy. Cause of Xiao is my partner in crime, so no matter what, everywhere and everytime, I don't have to think twice for going crazy. Karena kami adalah orang gila yang pura-pura waras. :v
Di dalam bus, kami merekam video persis seperti yang aku lakukan di rumahku yang pernah aku ceritakan di pos sebelumnya. And, you know what? Bus ini menyetel lagu-lagu hits nan gaul. Jadi, kami pun turut menggila di dalam bus, lipsync lagu yang sedang diputar sampai kami sampai di kandang asal kami.

Rabu, 13 April 2016. 16.45 WIB.
Bus sudah membawa kami kembali ke habitat asal. Kini, kami hanya perlu naik angkot untuk sampai ke kandang masing-masing. Aku turun dari bus di terminal tempat aku menunggu Xiao tadi pagi. Dan gak lupa, Xiao said teefte [read: thanks for today]. Of course, I said it too. Aku pun melompat turun dari bus dan berlari ke arah angkutan umum yang sudah menanti kedatangan sang permaisuri. Cielah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Nah, disitulah cerita ini bersambung. Kenapa bersambung? Karena masih banyak perjalanan yang akan aku ceritakan. Muahahahaha. Well, ini adalah pertama kalinya aku dan Xiao pergi jauh sampai kota orang. Jadi, this experience sudah pasti bakal menjadi kenangan. Dan inilah alasan mengapa aku memberi judul lagu Didi Kempot. Muahahahaha. See on the next post~ thanks for read, Babe. ♡:*


Subscribe